Pengingat

Tahun baru saya diawali dengan pelajaran yang sangat berharga; bahwa berkendara di jalan tol tidak menjamin perjalananmu akan lancar sampai tujuan. Bisa saja kehabisan bensin, atau apesnya kecelakaan. 
Tuhan bisa apa saja, seperti mengajakmu bercanda kapanpun di manapun. Seperti saya hari ini. 

– 8 januari 2016 – 

Jalan-jalan ke Thailand – 1

DSCF0313

Sudah dua minggu lebih sejak kepulangan saya dari liburan panjang ke Thailand (yang mampir ke Malaysia dan Singapore). Selama itu pula saya mencoba untuk menulis catatan perjalanan yang keren, sayangnya tidak berhasil. Mungkin karena saya tidak sedang galau baik selama 2 minggu ini maupun selama perjalanan. Atau karena semua berjalan lancar tanpa drama. Maka jadilah catatan seadanya ini, yang tidak saya tulis secara detail.

Jakarta – KL

Sekitar pukul 19.30, damri yang saya naiki tiba di terminal 2 bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Reza dan Feriwa sudah menunggu di sana sekitar setengah jam. Setelah menghabiskan bungkusan makanan yang sudah mereka beli sebelumnya, lalu mengobrol basa-basi, akhirnya sekitar pukul 21.00 pesawat kami lepas landas menuju KLIA 2. Perjalananya memakan waktu sekitar 2 jam (atas koreksi Gita Wiryawan yang ganteng. Sebelumnya tertulis 3 jam, saya lupa memperhitungkan besa zona waktu). Seharusnya, pagi hari kami berencana mampir di Kuala Lumpur, sekadar melihat-lihat Petronas atau apalah yang ada di kota. Karena pesawat kami ke Bangkok baru akan take off di sore harinya. Sayangnya, pesawat kami di-reschedule menjadi pukul 10.00 waktu setempat. Jadilah kamu hanya menggembel semalaman di KLIA 2, dan sedikit foto foto. Tidak perlu bingung mencari tempat nggembel di KLIA, karena kita tidak akan diusir oleh satpam apabila tidur di emperan took-toko (yang tutup tentunya) di malam hari, khususnya di lantai 3. Ada bentangan karpet yang lumayan empuk di sana. Dan tak perlu malu, karena ada puluhan (mungkin sampai 100an) orang lain melakukan hal yang sama.

Kami sempat sarapan di KLIA 2 sebelum menaiki pesawat ke Bangkok. Harganya sama-sama lah dengan di Jakarta.

DSCF0296

Bangkok 1

Sesampainya di Bandara Internasional Don Mueang Bangkok, bro Edu yang tidak ikut mampir ke Malaysia sudah menunggu di bandara. Kami langsung menuju ke salah satu toko yang menjual sim card di dekat pintu keluar. ada salah satu toko di mana di depannya ada mas-mas ngondek pakai make up, di situlah kami membeli sim card local seharga 239 bath, sudah sekalian dipasangkan dan didaftarkan paketnya sama ibu-ibu penjualnya. Sebenarnya lumayan mahal sih, tapi mengingat kami akan menghabiskan waktu lama di Thailand, sekitar 6 hari, maka kami tak ragu membelinya. Juga untuk alasan eksistensi di dunia maya.

Di dekat pintu keluar juga, kami menemukan tempat di mana kita bisa memesan taksi. Langsunglah kami menuju penginapan, onidra house yang beralamat di Thanon Surawong, Si Phraya, Bangkok. Penginapan ini lumayan recommended walaupun kamar mandinya sedikit. Tapi jangan panic, sepertinya bule bule di sana sering bangun siang dan jarang mandi pagi, jadi kita tak perlu mengantri jika mau mandi agak pagi.

Setelah beres beres, kami melanjutkan perjalanan ke Chatuchak, weekend market terbesar di dunia dengan ribuan kios di dalamnya. Tentu saja pusing, jadi kami memutuskan untuk tidak mampir ke semua kios, yang ketemu saja. Pasar ini mudah diakses dengan menggunakan BTS Sky Train, turunnya di Mo Chit Station.

DSCF0359oke

DSCF0347

DSCF0346

Karena masih hari pertama, jadi semangat belanja belum menggelora. Ini yang saya sesali sampai akhir perjalanan, karena di tempat lain, belanja oleh-oleh lebih mahal.

Setelah puas berputar-putar di Chatuchak, kami melanjutkan perjalanan ke Asiatique. Tempatnya tidak jauh dari pasar tadi. Untuk mencapai ke tempat tersebut, kita harus ‘menumpang’ perahu yang memang disediakan khusus, dan antrinya panjang sekali mungkin karena malam minggu, jadi malam itu antrinya gila. Padahal di sana tidak ada apa apa. Ada sih, tempat makan, tempat belanja juga, dengan harga lebih mahal tentunya.

DSCF0432

Bersambung ya.

nb: judulnya basi banget pasti dinyinyirin gita

Jus Kekinian

Ini akan menjadi postingan termahal saya dalam sejarah perblogan. Saya mengajak dania dan quarin yang katanya tahun ini mau nikah ke mol yang ada penjual jus raw foodnya. Saya tidak begitu paham sebetulnya dunia per raw-food-an itu, tapi karena di kantor sedang heboh membahasnya-lengkap dengan kisah kehidupan alodita-jadi lah saya penasaran.

IMG_6837.JPG

Continue reading

Plesiran, Semacam Kaleidoskop

Sepanjang tahun 2013, saya diberi banyak sekali kesempatan untuk menjelajahi beberapa tempat di Indonesia dengan uang negara. Dan saya harus lebih bersyukur lagi karena setahun ini, saya berkesempatan pergi ke beberapa tempat dengan uang sendiri. DENGAN UANG PRIBADI. Jadi saya tidak perlu lagi ragu-ragu untuk memamerkan beberapa foto jalan-jalan saya tadi di postingan ini. Tidak perlu (terlalu) merasa bersalah. Walaupun sebenarnya tempat-tempat yang saya datangi tersebut tidak jauh-jauh amat dari jakarta, yang artinya saya tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Namun, di sekitaran sini pun banyak tempat-tempat yang sayang untuk dilewatkan dalam list destinasi wisata. Yang memberi kita kesimpulan bahwa Indonesia ini memang indahnya Subhanallah, walaupun terdengar agak klise, semoga ini masuk dalam kategori ‘good news from indonesia‘.

Continue reading

andien vs hilary duff

Sambil menunggu rendaman cucian, malam ini saya mencoba mengingat ingat kembali, siapa selebriti pertama yang berhasil membuat saya jatuh hati. Tidak begitu susah sebetulnya, karena pilihannya antara dua: Andien Aishya atau Hilary Duff. Memang kedua selebriti itu bentukannya sangat beda. Yang satu jelas orang Indonesia asli, (dulu) kulitnya sawo matang, (dulu) hidungnya agak pesek, tidak begitu tinggi, tapi cantinya subhanallah (apalagi sekarang). Yang kedua artis Hollywood, putih, mancung, rambut pirang, agak agak montok dikit, apalagi sekarang, setelah jadi janda. Haha..

Dari banyak sekali perbedaan itu, yang membuat saya suka keduanya adalah karena dua duanya penyanyi keren, dan agak keren untuk Hillary Duff. Betul, menurut saya, beberapa orang yang jago nyanyi itu cantiknya nambah buanyak. Contohnya mbak Oyin. Begitu saya tau dia jago nyanyi, kadar kejutekan mukanya yang tadinya 70%, berkurang menjadi 20% saja! Edan nggak. Contoh lain baim yang di lantai 11 itu, kecantikannya bertambah 20% karena suaranya oke punya. Ini tambah edan. Oke lupakan.

Lalu, saking penasarannya, saya mencoba menelusuri lagi, siapa di antara mereka yang berhasil meracuni saya untuk pertama kalinya. Andien saya kenal pertama lewat video clip lagunya berjudul “My Funny Valentine”. Saya ingat sekali, videonya hitam putih, tapi kayak ada merah gitu di bibirnya mbak andien kalo nggak salah inget. Kelihatan banget dia masih sedikit agak dekil di video itu. Tapi suaranya benar benar membius. *die. Lagu tersebut ia rilis bersama lagu lagu lain dalam album Bisikan Hati pada tahun 2000.

Di tahun tahun berikutnya, mbak andien semakin cantik saja. Meskipun tidak pernah membeli salah satu CD atau kasetnya, tapi saya selalu mengikuti perkembangan musiknya. Namun, dari beberapa album yang dikeluarkan, favorit saya adalah Gemintang. Pokoknya dia oke banget di album itu. Suaranya masih remaja gitu, walaupun nggak terdengar naif seperti di album pertama. Tapi lagu favorit saya adalah Pulang, yang ada di album Andein (2010).

Lalu lalu, sementara itu, ada Hilary Duff yang sering mengisi hari hari saya waktu SMP. Entah bagaimana saya bisa naksih mbak duff ini. yang jelas, awalnya saya bukan pencinta Lizzie Mcguire . Saya mengenalnya dari film film lain. Kayaknya semua filmnya dia saya tonton deh. Mulai dari “Agen Cody Banks, Cheaper By The Dozen, Cinderella Story, Raise Your Voice, Perfect Man, Cheaper By The Dozen 2, (habis itu udah kayanya). Walaupun kebanyakan filmnya klise, tapi tetap saya cinta mbak duff ini.

Dan setelah saya googling, ternyata film pertama Duff yang saya tonton, rilis di tahun 2003. Dan kemungkinan besar saya nonton filmnya setahun kemudian karena dulu biasanya hanya pinjem di rentalan CD.

Jadi pemenangnya adalah Mbak Andien! YEY

Sial yang Tak Terlalu Sial

Kesialan itu terjadi pada sekitar awal bulan Oktober tahun lalu. sebagai pegawai yang tergolong baru, masih lumayan cupu dan juga jomblo, saya memutuskan untuk jarang pulang ke Jogja. Alasan pertama adalah masalah ekonomi dan kedua adalah mending menunggu tugas ke jogja, haha. Namun, tiket kereta Jakarta-Jogja PP untuk tanggal 4 dan 6 oktober 2013 itu sudah saya persiapkan jauh-jauh hari. memang tak ada alasan khusus, hanya pulang kampung rutin saja. Namun, ini yang terjadi beberapa hari sebelum saya pulang: tiba-tiba vendor desain proyek laporan tahunan yang saya handle (bersama mbak dewi), menelpon. Katanya, mereka akan melakukan pemotretan untuk keperluan laporan tahunan itu pada hari Sabtu di Bogor. Ha di mana seharusnya saya sudah berada di Jogja.

(ribet ya ngomongin kerjaan) Singkat cerita, saya membatalkan tiket tersebut dengan berat hati (tadinya bos saya bilang mau ngganti tiket yang hangus sih, tapi saya nggak nagih, malu hiks). Kemudian saya menjebak kukuh untuk ikut mendampingi vendor tersebut. Kukuh ikhas aja sih pastinya, haha if you know what i mean.

Continue reading