Sial yang Tak Terlalu Sial

Kesialan itu terjadi pada sekitar awal bulan Oktober tahun lalu. sebagai pegawai yang tergolong baru, masih lumayan cupu dan juga jomblo, saya memutuskan untuk jarang pulang ke Jogja. Alasan pertama adalah masalah ekonomi dan kedua adalah mending menunggu tugas ke jogja, haha. Namun, tiket kereta Jakarta-Jogja PP untuk tanggal 4 dan 6 oktober 2013 itu sudah saya persiapkan jauh-jauh hari. memang tak ada alasan khusus, hanya pulang kampung rutin saja. Namun, ini yang terjadi beberapa hari sebelum saya pulang: tiba-tiba vendor desain proyek laporan tahunan yang saya handle (bersama mbak dewi), menelpon. Katanya, mereka akan melakukan pemotretan untuk keperluan laporan tahunan itu pada hari Sabtu di Bogor. Ha di mana seharusnya saya sudah berada di Jogja.

(ribet ya ngomongin kerjaan) Singkat cerita, saya membatalkan tiket tersebut dengan berat hati (tadinya bos saya bilang mau ngganti tiket yang hangus sih, tapi saya nggak nagih, malu hiks). Kemudian saya menjebak kukuh untuk ikut mendampingi vendor tersebut. Kukuh ikhas aja sih pastinya, haha if you know what i mean.

Tidak mau rugi, saya dan kukuh turut serta membawa kamera. Pagi buta, sebelum subuh bahkan, kami harus mengendarai motor dari Cempaka Putih ke Lebak Bulus. tadinya mau naik taksi saja, namun setelah dipikir-pikir, akan lebih hemat jika kami naik motor. Di Lebak bulus, kami memarkirkan motor lalu nebeng mobil vendor untuk kemudian menuju ke desa Rumpin yang jaraknya sekitar 2 jam dari sana.

Sepulang dari sana, ada satu hikmah yang berhasil saya petik. Bahwa kesialan tak selalu berbuah pahit. kadang kita akan mendapatkan hal lain jika kita menjalankannya dengan senang hati. bijak sekali bukan tulisan saya kali ini?

Lalu saya buru-buru meralat semua pikiran saya bahwa tugas yang telah menghanguskan tiket saya ini adalah sebuah kesialan. Ini adalah sebuah keberuntungan. Bukan karena saya dapat uang saku harian sekitar Rp350k. Namun untuk foto foto yang lumayan bisa dipamerkan ini:

IMG_0620 IMG_0836IMG_1030 copy copy IMG_1019 copy IMG_0896 copy

 

 

salam,

P.S.:

1. (semoga pamer saya kali ini lumayan elegant) 

2. Mbak Yesi, kalau grammar judulnya salah, tolong diralat yak

3. (tambahan) saya udah ngetik dan nambah-nambahin beberapa bagian, kemudian hilang gegara keklik back! Shit!

Advertisements

7 thoughts on “Sial yang Tak Terlalu Sial

  1. gegara, tetiba, njuk huruf kapital yang seenaknya. aku sih nggak gitu masalah kalo orang males pake EYD. tapi kalo nulis ejaannya nggak konsisten jadinya bikin pedes mata, mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s