de javu

ini sebenarnya bukan salah satu lagu favorit saya dari Maliq n d’essential. tapi karena aransemennya di lagu ini oke, boleh lah dimasukkan ke playlist.

saya kasih liriknya sekalian:

tak sengaja
teringat di malam itu
saat berdua denganmu..oh
meski tlah begitu lama berlalu

takkan terlupa
saat-saat bahagia
yang datang bersama cinta..oh
pre cho:

waktu terus berlalu
kau masih disisiku
namun kisah dimalam itu
menjadi kenangan berdua

reff:
malam itu kau dan aku
menghenti putaran waktu..oh
bagai dalam dejavu

saat yang indah dengan di malam itu
dan kini kita berdua
lalui ruang dan waktu..oh
takkan pernah berlalu

saat yang indah dengan dirimu
oh..yang datang berulang kali
yeah..tak sengaja..oh
bridge:

pre cho:
waktu terus berlalu
kau masih disisiku
namun kisah dimalam itu

menjadi rahasia berdua
reff:

PS: duh maaf untuk postingan aneh ini

effek AADC

Tidak mau kalah dengan Rangga yang menemukan Cinta di Line, lewat fitur Line Alumni, saya iseng mencari seseorang. dan saya menemukannya, My First Crush. perlu kah saya sebut namanya?

saya mengenalnya saat kami masih TK. entah gimana juga waktu itu kami saling cinta monyet. cinta monyet yang untungnya berbalas. seingat saya, saat ada kegiatan ke luar sekolah (saya lupa untuk olah raga atau kegiatan lain) kami selalu berjalan berdua. waktu istirahat pun sering kami habiskan untuk main ayunan berdua. mungkin orang tua kami heran melihat tingkah kami berdua.

tapi memang begitu ya cinta monyet. setelah TK, ya sudah tidak ada lagi apa apa. meskipun di SD, beberapa kali kami bertemu secara tidak sengaja, karena SD kami letaknya tidak sebegitu jauh. bahkan kami sempat selama 3 tahun di SMA yang sama (karena itu saya bisa menemukannya di Line Alumni). tentu juga karena dia sudah punya pacar di SMA, dan saya sibuk… ah sudahlah.

pernah suatu saat kami ngobrol, dan kami sama-sama heran dengan kelakuan masa kecil masing masing. “Kok aku iso seneng kowe yo mbiyen ndo,” katanya sambil tertawa kecil. ini agak kurang asem sih, tapi saya ikut tertawa geli menimpalinya, “Hooh yo, dasar cah cilik.”

dan pagi tadi, berkat Line, saya memulai obrolan singkat dengan dia, yang memakai profile picture sedang menggendong anak.

saya: XXXX?

haha no no, tentu saja saya nggak se norak itu sok sokan jadi rangga.

saya: Xxxx, piye kabarmu? itu anakmu ya? waa selamat ya, telat banget iki.

(satu jam kemudian) 

dia: Alhamdulillah baik findo. Km apa kabar? hoohh, anakku kui.. piye sekarang tinggal dmn?

(satu jam kemudian, saya sengaja lama lamain bales biar nggak terkesan ngebet)

saya: Sehat alhamdulillah. aku di jakarta. km di jogja?

(satu setengah jam kemudian)

dia: Ooo kerja di mana ndo sekarang? iyaa, aku di jogja ngurus anak 😀

(dan obrolan basa basi berlanjut tanpa ada tujuan lain…)

 

Ya, sekarang dia sudah menggendong anak. dan ehm, saya masih aja sibuk menulis blog yang tidak terlalu penting ini, membuat majalah di salah satu kementerian (bersama teman teman lain tentunya), bingung memikirkan cara melanjutkan kuliah S1, tak hentinya meratapi rekening yang tidak ada cukupnya, serta masalah yang satu itu, ehm.

di akhir akhir obrolan, My First Crush tadi mengingatkan saya, “Disyukuri kabeh wae.” katanya.

 

sekses dan sehat selalu untuk My First Crush, Nisita Sekar, dan keluarganya tentu saja.

Mereka pernah “menjajah” tivi kita #3: Kartun Bocah

Saat masih SD dulu, sepertinya sayang banget kalau hari minggu pagi kita tidak ada di depan TV. salah dua station TV saat itu (yang memang saat itu masih blm banyak TV) secara berturut turut memutar berbagai cartoon mulai dari jam 7 pagi hingga sekitar pukul 11. salah dua yang saya suka adalah Saint Seiya dan Power Ranger (well ini sebenarnya bukan cartoon ya, tapi anggaplah demikian untuk menyederhanakan).

1. Saint Seiya

Saint-Seiya-The-Knights-of-the-Zodiac-love-angels-22646049-1024-768

 

Sebenarnya, seingat saya, cartoon yang satu ini tidak diputar pada hari minggu. soalnya saya inget banget selalu ngebet nonton ini kartun sebelum saya berangkat mengaji pada hari senin, rabu dan jumat sore. karena ngebet menonton kartun ini, biasanya saya telat datang mengaji di masjid yang letaknya cukup jauh dari rumah. nah karena sampai di masjid udah kesorean, terus antrinya panjang, biasanya saya bilang ke mas-mas yang ngajar ngaji biar ngulang aja besokannya. jadi hari itu saya nggak baca buku iqro satu halamanpun. haha

balik lagi ke Saint Seiya, sebenarnya saya agak greget dan bingung sama kartun ini. greget karena dalam film ini, mereka sering kalah dan menjadi pesakitan. ada si Cygnus Hyoga yang kalo saya nggak salah sampai buta. terus kayaknya mereka kalaaah terus, kalahnya banget banget sebelum akhirnya menang. terus lagi, walaupun inti filmnya ini simple banget, yaitu mereka berlima mau menyelamatkan Athena yang diculik sama ksatria zodiak, tapi jalan ceritanya tuh lama. pokoknya saya bingung deh. tapi saya suka nontonya, nah lo.

2. Power Ranger

seingat saya, adalah salah satu episode, pernah beberapa ranger merah itu berkumpul untuk satu misi. tapi gimana jadinya kalau seluruh power ranger dari jaman baheula’ sampai yang baru (yang ada orang indonesianya itu) berkumpul dalam satu episode atau satu film? haha bingung kan?

i-m-not-too-optimistic-because-directors-and-producers-don-t-look-at-our-articles-so-i-don-t-know-how-i-ll-feel-i-ll-still-go-to-the-movie (1)

selain saint seiya, saja juga sering banget mantengin ini serial. bahkan sampai SMA kalau tidak salah. padahal ya ceritanya gitu gitu aja. terus monsternya juga gitu gitu aja. haha tapi Rita Repulsa emang epic banget sih ya saat itu, bikin trend Hijab. yang paling aneh lagi menurut saya adalah pernah Ranger Biru di Power Ranger Turbi itu bocah, bahaha terus pas pakai kostum berubah jadi orang Gede, aneh kan? tapi saya tetep nonton. Coba dibikin filmnya sekarang, saya bakal nonton.

 

itu saja dulu, lain kali saya lanjutkan kalau mood.

Kisah tragis Bocah piyama

Banyak sekali adegan adegan di film drama yang bikin kita nyesek, mata perih, tiba tiba mbrebes mili, hingga sesenggukan (yang sesenggukan saya belum pernah mengalami sih). misalnya saja adegan bunuh diri di
film 3 idiots, adegan (maaf) eek di celana pada film The Judge, atau adegan pemutaran film pendek di Catatan Akhir Sekolah. Namun, menurut saya, film yang paling sedih dan paling jahat adalah film film yang membunuh tokoh utamanya. Sebut saja The Fault in Our Stars, The Great Gatsby (ini tokoh utamanya si gatsby kan ya?) dan yang paling tragis menurut saya, Boy In The Striped Pyjamas.

Film Boy In The Striped Pyjamas ini bercerita tentang Bruno. Bruno dan keluarganya baru saja pindah ke rumah dinas bapaknya. Bapaknya ini adalah komandan tentara nazi yang baru saja diangkat menjadi kepala kamp konsentrasi. Bruno ini sering sekali bosan di rumah dan hanya bermain ayunan untuk mengisi waktu luangnya. Setiap kali bermain ayunan, dia melihat ada kepulan asap yang membumbung tinggi keluar dari cerobong asap yang terletak tak jauh dari rumahnya. Ia tak tahu bahwa kepulan asap itu adalah hasil dari pembakaran orang-orang yahudi di kamp konsentrasi itu.

Suatu hari, saking penasarannya, Bruno berjalan mencari sumber asap itu. Sebenernya saya pengen cerita lebih panjang, tapi saya sedang agak masuk angin, jadi saya persingkat ya. Bruno akhirnya mendapat sahabat di kamp tersebut, namanya Shmuel. Bruno jadi sering mengunjunginya dan membawakan makanan. Ya namanya anak kecil, lama kelamaan mereka nggak Cuma main dengan penghalang pagar kawat, Bruno menerobos masuk kamp lewat lubang yang mereka gali.

Saat ibuknya Bruno sadar kalau Bruno nggak ada di rumah, semua sudah terlambat. Bruno dan Shmuel yang sedang jalan jalan di kamp mencari ayah mereka, tertangkap tentara jerman dan terjebak di antara rombongan orang orang yahudi yang sedang digiring ke ruang pembakaran. Di adegan ini deg degannya kerasa banget. Mereka berdua nggak sadar kalau mau dibunuh. Dan si Bruno secara nggak langsung dibunuh sama bapaknya sendiri.

Maaf ya ini spoiler dan saya males cerita jadi nggak kerasa sedih. Tapi kalian wajib nonton!

Kudapan

Bekerja duduk berjam-jam di depan layar komputer di kantor adalah hal yang sangat membosankan. Selain kopi dan akses internet, cemilan menjadi another essential list saya untuk mengurangi rasa bosan tadi. Sejujurnya cemilan paling favorit di kantor sih yang minta minta aja, oleh oleh kalau pada Dinas Luar misalnya. Tapi boleh lah saya bagi list cemilan favorit saya:
Continue reading